Selasa, 14 Februari 2012

INTENSITAS BUNYI

Gambaran Umum Intensitas Bunyi
Sejauh ini kita telah meninjau gelombang satu dimensi, yaitu gelombang yang menjalar dalam garis lurus. Gelombang bunyi merupakan gelombang yang merambat secara konsentris dalam ruang tiga dimensi. Kita dapat menganggap sumber bunyi sebagai sebuah titik. Gelombang bunyi dipancarkan ke segala arah dan muka gelombangnya merupakan permukaan bola yang konsentris.

Jarak antara benda dengan radar dapat ditentukan dengan persamaan berikut.



Keterangan:
d          : jarak objek ke kapal (m)
c          : cepat rambat gelombang (m/s)
Δt         : selang waktu antara gelombang pancar dengan gelombang pantul (s)


Keterangan:
I                       : intensitas bunyi (watt/m2)
prata-rata             : daya rata-rata yang dihasilkan rumber bunyi (watt)
r                       : jarak antara sumber bunyi ke titik yang ditinjau (m)

Intensitas bunyi terlemah yang masih dapat kita dengar disebut ambang pendengaran. Besarnya ambang pendengaran kita adalah 10-12 watt/m2. Sedangkan intensitas tertinggi yang dapat kita dengar tanpa rasa sakit disebut ambang perasaan dan besarnya 102 watt/m2.

Taraf Intensitas Bunyi

Taraf intensitas bunyi adalah perbandingan logaritmik antara intensitas bunyi dengan intensitas ambang pendengaran. Taraf intensitas bunyi dinyatakan dalam desibel (dB), didefinisikan sebagai berikut.



Keterangan:
I           : intensitas bunyi
L0           : intensitas ambang pendengaran (10–12 w/m2)
               B       : taraf intensitas (dB)
Tingkat intensitas bunyi ambang pendengaran adalah 0 dB. Sedangkan ambang rasa sakit karena bunyi adalah 120 dB. Hal ini bersesuaian dengan intensitas bunyi antara 10–12 watt/m2 sampai 1 watt/m2.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar